Kelompok 5 LH01

Kelompok 5 LH01

Sabtu, 08 November 2014

Laporan Kegiatan Biopori - Frans Yonatan

Nama : Frans Yonatan
NIM : 1801403785

Mata kuliah Character Building bekerjasama dengan Organisasi Teach For Indonesia mengadakan suatu program/kegiatan sosial yang area cakupan kegiatannya berlokasi di wilayah palmerah, Jakarta Barat. Kami sebagai mahasiswa juga mendapakan kesempatan untuk dapat melaksanakan kegiatan sosial tersebut. Dari banyak bidang dalam kegiatan sosial tersebut, seperti kegiatan membuang sampah, PAUD, Bimbel dan Biopori. Saya dan kelompok saya bertugas di bidang pembuatan lubang biopori.
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.(Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Biopori).

Setelah melakukan beberapa kali pemantauan ke beberapa lokasi, kami akhirnya menemukan lokasi yang cocok, yakni SMK BIM, yang berlokasi di Jl. Meruya Ilir Komp. PQT Blok A Srengseng Kembangan, Jakarta Barat. Dan setelah berkomunikasi sekaligus meminta izin kepada pihak sekolah maka. Pada hari minggu, tanggal 2 November 2014 kami melaksanakan kegiatan membuat lubang biopori tersebut. Lubang biopori yang kami buat adalah sebanyak 10 buah. Dari pukul 09.00 pagi kami telah berkumpul disekolah tersebut. Kami pun mulai mempersiapkan alat-alatnya, diantaranya : bor besi non-elektrik, pipa paralon, penutup pipa paralon, palu, paku, dan linggis. Dengan bantuan seorang staff dari sekolah tersebut, kami ditunjukkan daerah yang dapat dijadikan sebagai lahan untuk membuat biopori. 
Dan kami pun langsung memulai pengeboran lubang biopori pertama, dengan menggunakan bor, yang harus diputar secara manual. Kami melakukan pengeboran secara berganti-gantian. Selagi beberapa anggota kelompok melakukan pengeboran, 1 atau 2 orang anggota lainnya membolongi penutup pipa dengan paku dan palu. Tahap membolongi penutup pipa cukup sulit dilakukan karena penutup pipa cukup keras, dan ini cukup menyita waktu. Tetapi syukurlah karena ada tukang disekolah tersebut yang bersedia membantu membolongi penutup pipa tersebut. 
Dalam pengeboran tanah, saya seringkali menemui bekas semen atau batu yang sulit untuk dihancurkan dengan bor manual, yang akhirnya memaksa saya untuk menghancurkan bebatuan tersebut atau mencari lahan lainnya, begitu juga anggota kelompok lainnya memiliki kesulitan yang sama. Untuk menghancurkan bebatuan tersebut kami menggunakan linggis, sebelumnya kami juga mencoba menggunakan palu untuk menghancurkan bebatuan tersebut sampai palu yang kami gunakan patah. Dan untuk mempermudah pengeboran tanah kami menambahkan sejumlah air di tanah yang akan di bor.
 Membuat satu lubang saja sangat sulit untuk dilakukan, dan menyita waktu beberapa lama dan juga menghabiskan tenaga, untungnya ini dilakukan bersama-sama sehingga tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Untuk mengatasi kelelahan kami beristirahat sejenak secara bergantian. Setelah lubang selesai di bor, tahap selanjutnya adalah memasukan pipa paralon kedalam lubang, dan kedalam pipa paralon tersebut dimasukan beberapa sampah organik seperti dedaunan kering, sebagai penghasil kompos. Dan kemudian pipa paralon di tutup dengan penutup pipa paralon. Dan dalam pembuatan lubang biopori, seorang yang bernama Yogi juga ikuserta mengerjakannya, kamipun memberikannya instruksi-instruksi cara membuat biopori. Setelah berjam-jam bekerja, akhirnya 10 lubang biopori selesai dibuat. Dan dengan jerih lelah kami selesai mengerjakan nya sekitar pukul 4 sore. 
Foto-Foto Kegiatan :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar