Nama
: Frans Yonatan
NIM
: 1801403785
Mata
kuliah Character Building bekerjasama dengan Organisasi Teach For Indonesia
mengadakan suatu program/kegiatan sosial yang area cakupan kegiatannya
berlokasi di wilayah palmerah, Jakarta Barat. Kami sebagai mahasiswa juga
mendapakan kesempatan untuk dapat melaksanakan kegiatan sosial tersebut. Dari
banyak bidang dalam kegiatan sosial tersebut, seperti kegiatan membuang sampah,
PAUD, Bimbel dan Biopori. Saya dan kelompok saya bertugas di bidang pembuatan
lubang biopori.
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi
genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Peningkatan
daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan
menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan
pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang
seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini
kemudian disebut dengan nama biopori.(Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Biopori).
Setelah
melakukan beberapa kali pemantauan ke beberapa lokasi, kami akhirnya menemukan
lokasi yang cocok, yakni SMK BIM, yang berlokasi di Jl. Meruya Ilir Komp. PQT Blok A Srengseng Kembangan, Jakarta Barat. Dan setelah
berkomunikasi sekaligus meminta izin kepada pihak sekolah maka. Pada hari minggu,
tanggal 2 November 2014 kami melaksanakan kegiatan membuat lubang biopori
tersebut. Lubang biopori yang kami buat adalah sebanyak 10 buah. Dari pukul
09.00 pagi kami telah berkumpul disekolah tersebut. Kami pun mulai
mempersiapkan alat-alatnya, diantaranya : bor besi non-elektrik, pipa paralon,
penutup pipa paralon, palu, paku, dan linggis. Dengan bantuan seorang staff
dari sekolah tersebut, kami ditunjukkan daerah yang dapat dijadikan sebagai
lahan untuk membuat biopori.
Dan kami pun langsung memulai pengeboran lubang
biopori pertama, dengan menggunakan bor, yang harus diputar secara manual. Kami
melakukan pengeboran secara berganti-gantian. Selagi beberapa anggota kelompok
melakukan pengeboran, 1 atau 2 orang anggota lainnya membolongi penutup pipa
dengan paku dan palu. Tahap membolongi penutup pipa cukup sulit dilakukan
karena penutup pipa cukup keras, dan ini cukup menyita waktu. Tetapi syukurlah
karena ada tukang disekolah tersebut yang bersedia membantu membolongi penutup
pipa tersebut.
Dalam pengeboran tanah, saya seringkali menemui bekas semen atau
batu yang sulit untuk dihancurkan dengan bor manual, yang akhirnya memaksa saya
untuk menghancurkan bebatuan tersebut atau mencari lahan lainnya, begitu juga
anggota kelompok lainnya memiliki kesulitan yang sama. Untuk menghancurkan
bebatuan tersebut kami menggunakan linggis, sebelumnya kami juga mencoba
menggunakan palu untuk menghancurkan bebatuan tersebut sampai palu yang kami
gunakan patah. Dan untuk mempermudah pengeboran tanah kami menambahkan sejumlah
air di tanah yang akan di bor.
Membuat satu lubang saja sangat sulit untuk
dilakukan, dan menyita waktu beberapa lama dan juga menghabiskan tenaga,
untungnya ini dilakukan bersama-sama sehingga tidak terlalu berat untuk
dikerjakan. Untuk mengatasi kelelahan kami beristirahat sejenak secara
bergantian. Setelah lubang selesai di bor, tahap selanjutnya adalah memasukan
pipa paralon kedalam lubang, dan kedalam pipa paralon tersebut dimasukan
beberapa sampah organik seperti dedaunan kering, sebagai penghasil kompos. Dan
kemudian pipa paralon di tutup dengan penutup pipa paralon. Dan dalam pembuatan
lubang biopori, seorang yang bernama Yogi juga ikuserta mengerjakannya, kamipun
memberikannya instruksi-instruksi cara membuat biopori. Setelah berjam-jam
bekerja, akhirnya 10 lubang biopori selesai dibuat. Dan dengan jerih lelah kami
selesai mengerjakan nya sekitar pukul 4 sore.
Foto-Foto Kegiatan :
Note: foto selengkapnya ada di http://kelompok5cblh01.blogspot.com/2014/11/blog-post.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar